Oke mbloo... Ini post pertama saya dan saya bingung mau nulis apa -__-
Hmmm... Gimana kalo intro dulu aja ya mblo.
Nama lengkap saya Ichsan Sandi Darmawan, biasa dipanggil Ichsan. Saat post ini dikeluarkan aku duduk di kelas 9 SMP, bersekolah di SMP 1 Tambun Selatan. Umurku 14 thn ( 1 Des 1998 ). Hobi aku berolahraga, terutama futsal, badminton, dan mungkin sepak bola. Tim sepakbola favoritku adalah Liverpool FC, pastinya aku merupakan Liverpudlian. Aku juga suka main PES. Aku juga suka meme.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang ada di atas adalah post yang pertama kali saya publikasikan saat saya SMP. Saat tambahan ini dipublikasikan, saya sudah berada di jenjang perkuliahan. Oke, sekarang saya sadari tulisan di atas sedikit memalukan jika dibaca oleh khalayak umum (hahaha, biasanya dibilang alay). Akan tetapi saya juga sadari bahwa masa itu termasuk ke dalam masa lalu saya yang mana itu bagian dari hidup saya. Terkadang saya menemui orang-orang yang menganggap apa yang mereka tulis di blog, sosial media, dan sebagainya pada saat mereka berusia ABG (anak baru gede, yaaaaa sekitar SMP lah) itu aib, dan mereka seolah-olah menyesali apa yang telah mereka perbuat dahulu sebagai perbuatan dosa besar(hahaha).
Dunia semakin luas saat saya memasuki jenjang perkuliahan, dan ya, saya menemukan orang itu. Mengenai orang itu, saya pun penasaran apa yang dia tulis, dan ketika saya melihatnya, tulisan orang itu memang lebih alay daripada tulisan saya (hahaha, emang parah sih), tapi apa yang ingin saya sampaikan adalah hal tersebut merupakan hidup orang itu di masa lalu, dan inilah dunia maya, dunia virtual, dunia digital bro, jadi perlu dipahami terlebih dahulu bahwa semua orang di dunia ini yang mempunyai akses untuk masuk ke dalam dunia maya berhak untuk melihat, membaca, menanggapi, dan melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan selagi tidak menyalahi aturan (itu yang tidak saya dan orang itu sadari pada saat itu, hahahaha), sehingga jika mereka menertawakan hal itu, mereka tidak salah, dan orang itu juga tidak salah, bahkan seharusnya tidak perlu merasa malu atau bersalah.
Satu poin tambahan yang bisa diambil lagi adalah untuk menjadi diri sendiri. Apa yang orang itu, saya, Anda lihat di dunia ini adalah dunia yang penuh dengan kesepakatan atau aturan tidak tertulis. Begini, mengapa saya menganggap hal tersebut alay? Karena kita sepakat akan hal itu. Lingkungan yang saya dan orang itu tempati sepakat akan hal itu. Coba dipikirkan kembali, jika lingkungan yang ada tidak menganggap hal itu alay, maka orang itu tidak akan pernah mempermasalahkannya. Oke, mungkin hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi. Lantas apa yang bisa dilakukan? Kita bisa menjadi diri sendiri, kita bebas untuk berekspresi, bebas untuk mengemukakan pendapat. Jadi, kita hanya perlu untuk tidak ikut menyepakati kesepakatan tentang alay itu. Jika hal tersebut dilakukan, maka "kasusnya" akan berhenti. Namun, hal tersebut agak sulit dilakukan mengingat resiko bahwa dengan menolak menyepakati kesepakatan tersebut, kita bisa dianggap keluar dari lingkungan tersebut yang mungkin saja kita sudah nyaman berada di dalamnya. Meskipun demikian, terkadang hal tersebut lebih baik dilakukan jika mengingat ada kemungkinan lain yang lebih buruk di masa yang akan datang, seperti bullying atau bahkan pemerasan.
(@& / )& / @)!^) <-- Sisipan kode sedikit ^-^ haha.
*Tambahan ini saya tulis pada saat saya sedang bosan dengan liburan yang minim aktivitas di luar rumah. Well, it's just my thought. Happy reading.
**Tulisan yang original (tanpa tambahan) sudah saya pisahkan dengan tanda strip ' - ' dan dipublikasikan pada 13/04/2013 pukul 21.32 PDT (11.32 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar