Project Charter
A. Project Name
POSApp (Point of Sale Application)
B. Project Number
742/B/2018/04/IV/01-01
C. Date
April 24, 2018
D. Revision Number
1.0
E. Project Description and Goals
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini, maka mengharuskan
kita untuk turut serta dalam mengikuti perkembangan tersebut. Perkembangan
teknologi dapat membantu dalam menghasilkan suatu informasi secara cepat,
akurat, relevan dan tepat waktu, dimana informasi tersebut sangat dibutuhkan
dalam berbagai sektor yang akan mendukung perkembangan segala bidang dan dapat
membantu dalam pemecahan masalah untuk menghasilkan keputusan yang tepat.
POSApp adalah aplikasi kasir otomatis. POSApp
hadir untuk memberikan kontribusi teknologi dalam kehidupan. Penggunaan POSApp
dapat digunakan pada proses transaksi di minimarket maupun toko kecil lainnya. Selain
gratis, penggunaan POSApp sangat mudah dan praktis.
F. Risk
Resiko dari aplikasi POSApp ini telah di identifikasi. Manajer
proyek akan menentukan
dan menerapkan strategi apa yang sekiranya diperlukan untuk meminimlakan atau
menghindari kemungkinan resiko-resiko tersebut:
· Adanya informasi yang tidak lengkap dan valid akibat human entry pada saat
melakukan input data
· Kurang pahamnya user
terhadap pengaplikasian teknologi
· Melebarnya ruang lingkup proyek
G. Deriverables
Penjelasan dokumen ini meliputi SDPLN (Software Development Plan), SRS (Software
Requirement Specification), SAD (Software Architecture
Development), TSTPLN (Test Plan)
dan User Documentation serta hasil dari
perencanaan.
SDPLN yang menjelaskan secara umum dan global mengenai rancangan
Aplikasi yang akan
dibuat. Rencangan system tersebut meliputi perkenalan dokumen, hambaran umum
proyek,
struktur anggota dalam tim proyek, proses manajemen, rencana proses secara
teknik, rencana
proses yang mendukung serta rencana tambahan.
SRS menjelaskan berbagai macam kebutuhan pembuatan produk, yaitu
kebutuhan spesifik
yang terdiri dari kebutuhan fungsionalitas, termasuk didalamnya input, proses,
dan output dari
produk dan non-fungsionalitas. Kebutukan antar muka juga digambarkan dengan
jelas di
dalam dokumen ini, terdiri dari kebutuhan antar pengguna, antar hardware yang menjelaskan
kebutuhan yang harus ada untuk menjalankan auat mengoperasikan aplikasi system,
kebutuhan
antar software yang menjelaskan bagaimana cara pengguna
berinteraksi dengan system, dan
kebutuhan antar komunkasi.
SAD menjelaskan tentang arsitektur proyek pernagkat lunak yang akan
dikerjakan. Dokumen
ini diantaranya berisi tentang Overview dari
dokumen ini sendiri, Architectural
Representation, Architectural Goalsand Constraints, Use-Case View atau
representasi
fungsionalitas dari proses, dan Logical View.
TSTPLN melingkupi tujuan-tujuan identifikasi informasi proyek dan
komponen perngakat
lunaknya, daftar persyaratan yang diujikan untuk testing, merekomendasikan dan menjelaskan
strategi pengujian yang akan digunakan, identifikasi kebutuhan yang diperlukan,
serta daftar
lampiran terkait.
H. Scope Devinition
Batasan dari proyek ini adalah:
· Tidak membahas lamanya waktu pengerjaan
· Tidak membahas material apa yang di gunakan.
Kebutuhan fungsional yang harus ada dalam sistem
yang akan dibuat ini adalah sebagai
berikut:
· Sistem harus bisa melakukan proses bisnis yang umum dilakukan pada
saat transaksi, seperti menambah belanjaan, menghitung total belanjaan,
menghitung kembalian, mencetak struk, sampai pada menyimpan data transaksi
· Sistem harus bisa menyampaikan rekap dari penjualan per hari, per
minggu, hingga per bulan.
Kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan tambahan
yang tidak memiliki input, proses,
dan output. Namun demikian, kebutuhan nonfungsional ini sebaiknya dipenuhi,
karena akan
sangat menentukan apakah sistem ini akan digunakan user atau tidak. Kebutuhan
nonfungsional ini dapat dikategorikan berdasarkan PIECES framework.
Berdasarkan performancenya, sistem diharapkan dapat mempersingkat waktu
yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Semakin sedikit waktu yang
dibutuhkan,
semakin besar troughput yang dapat dihasilkan. Peningkatan kecepatan dan
troughput ini
diharapkan dapat terjadi pada semua proses/pekerjaan. Besarnya peningkatan ini
tergantung
pada jenis proses/pekerjaannya.
Server dapat digunakan 24 jam, dan untuk meningkatkan reliabilitas sistem,
sistem diharapkan memiliki backup data. Backup data ini terutama dibutuhkan jika server down.
Kebutuhan dari segi efisiensi yaitu sistem diharapkan dapat
mempercepat dalam pengaksesan
data dan mempermudah pihak anggota dalam mengetahui kondisi akunnya dan proses
yang dapat dikerjakan.
I. Project Milestones
No
|
Project Milestone
|
Target date (dd/mm/yyyy)
|
1
|
Project Start
|
21/04/2018
|
2
|
Menyelesaikan Analisis Kebutuhan
|
30/04/2018
|
3
|
Menyelesaikan Perancangan Aplikasi dan Desain
System
|
07/05/2018
|
4
|
Menyelesaikan Implementasi
|
07/06/2018
|
5
|
Menyelesaikan Testing dan Perbaikan
|
14/06/2018
|
6
|
Menyelesaikan Deployment dan Instalasi
|
17/06/2018
|
7
|
Menyelesiakan Pelatihan dan Pemeliharaan
|
20/06/2018
|
8
|
Proyek Selesai
|
20/12/2018
|
J. Budget Summary
No
|
Project Component
|
Biaya
|
1
|
Lisensi
|
Rp. 1.700.000,-
|
2
|
Pengadaan Server
|
Rp. 20.000.000,-
|
3
|
Design dan Implementasi Sistem
|
Rp. 97.000.000,-
|
4
|
Dokumentasi, Laporan, Buku Manual Pengaduan, CD
Source Code
|
Rp. 2.000.000,-
|
Total
|
Rp. 120.700.000,-
|
|
K. Assumptions, Constraints, & Dependencies
Asumsi-asumsi dari proyek ini adalah:
1. User belum melek teknologi
2. Penggunaan pada umumnya berkisar antara jam 06.00 – 22.00
3. Biaya-biaya telah ada dalam akun yang jelas dan sudah ada
minimal 30% ketika proyek
berlangsung
Batasan-batasan untuk system ini antara lain:
1. Hanya digunakan untuk proses transaksi
L. Project Organizational Structure
Fungsi
|
Nama
|
Target date (dd/mm/yyyy)
|
Team Leader &
Sistem Analis
|
John W Henry
|
· Menjadwalkan
pelaksanaan dan manajemen
proyek.
· Memantau
kinerja proyek pelaksanaan dari
analisis sampai implementasi.
· Membuat
dokumen SDPLN yang
mendefinisikan rencana proyek.
· Menganalisa
proses bisnis.
· Mendefinisikan
prosedur yang ada dalam
sistem.
· Membuat
dokumen flow, sistem flow.
· Membuat
dokumen SRS yang
mendefinisikan spesifikasi kebutuhan
perangkat lunak.
· Membuat
rancangan sistem dengan HIPO
dan DFD
· Membuat
dokumen SAD yang
mendefinisikan arsitektur system
· Merancang
dan membuat basis data dan
ERD (Entity relation Diagram)
|
Desktop Engineer
|
Loris Karius
|
Membuat aplikasi yang berbasis desktop
|
Mobile Engineer
|
Simon Mignolet
|
Membuat aplikasi berbasis mobile yang telah
direncanakan
|
Design Interface
|
Juergen Klopp
Danny Ward
|
Merancang dan membuat UI/UX
|
Trainner
|
Nico Buvac
|
Melakukan Pelatihan dasar ke pengguna
pengguna aplikasi (End User)
|
Dokumentator
|
Mo Salah
|
Membuat laporan pendahuluan pembuatan
aplikasi, laporan akhir, buku manual
penggunaan, dan laporan source code.
|