Selasa, 29 Mei 2018

Tugas 1

Tugas 1 MPPL

Apa yang disebut dengan Software Process dan Software Product?
  • Software process merupakan sebuah teknik pengembangan software dengan berbagai cara untuk menghasilkan peningkatan design, product management, dan project management.
  • Software product adalah sebuah produk yang dapat dieksekusi dan dapat dibaca oleh komputer yang akan diproses oleh processor komputer untuk melakukan perintah yang dijalankan. Software product memilki beberapa ciri khas seperti :
  • Kepemilikan atau hak cipta.
  • Mudah diperjual belikan
  • Berlisensi
  • Dapat dicek kualitasnya 

Berapakah biaya yang dibutuhkan untuk membuat software?

Harga dalam sebuah pembuatan software bisa sangat bervariasi. Dari harga umum $10.000 sampai dengan $100.000 dengan hasil produk yang sama. Faktor - Faktor yang bisa membuat perbedaan harga yaitu :
  • Applikasi yang dibuat sudah dikenal oleh pelanggan.
  • Applikasi dibuat oleh orang yang sudah berpengalaman.
  • Pengetahuan perusahaan dibidang bisnis.
  • Alokasi pembuatan software.
  • Lokasi pembuatan applikasi. 
 
Team yang terlibat secara umum dalam pembuatan software yakni :
  • Project Manager.
Project manager yang mengatur seluruh staff atau teamnya agar selesai tepat waktu dan yang merancang timeline pembuatan software yang akan dilakukan.
  • Designer
Designer yang membuat desain dari pembuatan software. Biasanya membuat software yang mudah digunakan (user friendly) dan tampilan yang indah untuk pengguna.
  •  Programmer
Programmer adalah yang membuat kodingan dari software yang akan dibuat. Programmer merupakan kunci dari sebuah software development karena tanpanya software tidak akan bisa dibuat.
  • Quality Assurance
Quality Assurance bertanggung jawab akan qualitas software yang akan dibuat. Pekerjaanya adalah mengetes software apakah sudah layak untuk dipasarkan atau masih perlu dikembangkan lebih lanjut
  • Security 
Security bertugas agar software yang kita buat dipastikan tidak dapat diganggu dari pihak luar yang tidak berwenang. Selain itu, bertugas menjaga keprivasian dari pengguna.
  • Database (data expertise)
Seseorang yang ahli dalam perancangan penyimpanan data dalam sebuah software. Membuat data agar penyimpanan data tidak terlalu memakan tempat dan waktu membuat agar user meng

Project Charter

Project Charter

A. Project Name
POSApp (Point of Sale Application)

B. Project Number
742/B/2018/04/IV/01-01

C. Date
April 24, 2018

D. Revision Number
1.0

E. Project Description and Goals
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini, maka mengharuskan kita untuk turut serta dalam mengikuti perkembangan tersebut. Perkembangan teknologi dapat membantu dalam menghasilkan suatu informasi secara cepat, akurat, relevan dan tepat waktu, dimana informasi tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor yang akan mendukung perkembangan segala bidang dan dapat membantu dalam pemecahan masalah untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

POSApp adalah aplikasi kasir otomatis. POSApp hadir untuk memberikan kontribusi teknologi dalam kehidupan. Penggunaan POSApp dapat digunakan pada proses transaksi di minimarket maupun toko kecil lainnya. Selain gratis, penggunaan POSApp sangat mudah dan praktis.

F. Risk
Resiko dari aplikasi POSApp ini telah di identifikasi. Manajer proyek akan menentukan
dan menerapkan strategi apa yang sekiranya diperlukan untuk meminimlakan atau
menghindari kemungkinan resiko-resiko tersebut:
· Adanya informasi yang tidak lengkap dan valid akibat human entry pada saat
melakukan input data
· Kurang pahamnya user terhadap pengaplikasian teknologi
· Melebarnya ruang lingkup proyek

G. Deriverables

Penjelasan dokumen ini meliputi SDPLN (Software Development Plan), SRS (Software
Requirement Specification
), SAD (Software Architecture Development), TSTPLN (Test Plan)
dan
User Documentation serta hasil dari perencanaan.

SDPLN yang menjelaskan secara umum dan global mengenai rancangan Aplikasi yang akan
dibuat. Rencangan system tersebut meliputi perkenalan dokumen, hambaran umum proyek,
struktur anggota dalam tim proyek, proses manajemen, rencana proses secara teknik, rencana
proses yang mendukung serta rencana tambahan.

SRS menjelaskan berbagai macam kebutuhan pembuatan produk, yaitu kebutuhan spesifik
yang terdiri dari kebutuhan fungsionalitas, termasuk didalamnya input, proses, dan output dari
produk dan non-fungsionalitas. Kebutukan antar muka juga digambarkan dengan jelas di
dalam dokumen ini, terdiri dari kebutuhan antar pengguna, antar
hardware yang menjelaskan
kebutuhan yang harus ada untuk menjalankan auat mengoperasikan aplikasi system, kebutuhan
antar
software yang menjelaskan bagaimana cara pengguna berinteraksi dengan system, dan
kebutuhan antar komunkasi.

SAD menjelaskan tentang arsitektur proyek pernagkat lunak yang akan dikerjakan. Dokumen
ini diantaranya berisi tentang
Overview dari dokumen ini sendiri, Architectural
Representation, Architectural Goalsand Constraints, Use-Case View
atau representasi
fungsionalitas dari proses, dan
Logical View.

TSTPLN melingkupi tujuan-tujuan identifikasi informasi proyek dan komponen perngakat
lunaknya, daftar persyaratan yang diujikan untuk
testing, merekomendasikan dan menjelaskan
strategi pengujian yang akan digunakan, identifikasi kebutuhan yang diperlukan, serta daftar
lampiran terkait.

H. Scope Devinition
Batasan dari proyek ini adalah:
· Tidak membahas lamanya waktu pengerjaan
· Tidak membahas material apa yang di gunakan.

Kebutuhan fungsional yang harus ada dalam sistem yang akan dibuat ini adalah sebagai
berikut:
· Sistem harus bisa melakukan proses bisnis yang umum dilakukan pada saat transaksi, seperti menambah belanjaan, menghitung total belanjaan, menghitung kembalian, mencetak struk, sampai pada menyimpan data transaksi
· Sistem harus bisa menyampaikan rekap dari penjualan per hari, per minggu, hingga per bulan.

Kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan tambahan yang tidak memiliki input, proses,
dan output. Namun demikian, kebutuhan nonfungsional ini sebaiknya dipenuhi, karena akan
sangat menentukan apakah sistem ini akan digunakan user atau tidak. Kebutuhan
nonfungsional ini dapat dikategorikan berdasarkan PIECES
framework.
Berdasarkan
performancenya, sistem diharapkan dapat mempersingkat waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan,
semakin besar
troughput yang dapat dihasilkan. Peningkatan kecepatan dan troughput ini
diharapkan dapat terjadi pada semua proses/pekerjaan. Besarnya peningkatan ini tergantung
pada jenis proses/pekerjaannya.

Server dapat digunakan 24 jam, dan untuk meningkatkan reliabilitas sistem, sistem diharapkan memiliki
backup data. Backup data ini terutama dibutuhkan jika server down.

Kebutuhan dari segi efisiensi yaitu sistem diharapkan dapat mempercepat dalam pengaksesan
data dan mempermudah pihak anggota dalam mengetahui kondisi akunnya dan proses yang dapat dikerjakan.

I. Project Milestones
No
Project Milestone
Target date (dd/mm/yyyy)
1
Project Start
21/04/2018
2
Menyelesaikan Analisis Kebutuhan
30/04/2018
3
Menyelesaikan Perancangan Aplikasi dan Desain
System
07/05/2018
4
Menyelesaikan Implementasi
07/06/2018
5
Menyelesaikan Testing dan Perbaikan
14/06/2018
6
Menyelesaikan Deployment dan Instalasi
17/06/2018
7
Menyelesiakan Pelatihan dan Pemeliharaan
20/06/2018
8
Proyek Selesai
20/12/2018

J. Budget Summary
No
Project Component
Biaya
1
Lisensi
Rp. 1.700.000,-
2
Pengadaan Server
Rp. 20.000.000,-
3
Design dan Implementasi Sistem
Rp. 97.000.000,-
4
Dokumentasi, Laporan, Buku Manual Pengaduan, CD
Source Code
Rp. 2.000.000,-
Total
Rp. 120.700.000,-


K. Assumptions, Constraints, & Dependencies

Asumsi-asumsi dari proyek ini adalah:
1. User belum melek teknologi
2. Penggunaan pada umumnya berkisar antara jam 06.00 – 22.00
3. Biaya-biaya telah ada dalam akun yang jelas dan sudah ada minimal 30% ketika proyek
berlangsung

Batasan-batasan untuk system ini antara lain:
1. Hanya digunakan untuk proses transaksi

L. Project Organizational Structure
Fungsi
Nama
Target date (dd/mm/yyyy)
Team Leader &
Sistem Analis
John W Henry
· Menjadwalkan pelaksanaan dan manajemen
proyek.
· Memantau kinerja proyek pelaksanaan dari
analisis sampai implementasi.
· Membuat dokumen SDPLN yang
mendefinisikan rencana proyek.
· Menganalisa proses bisnis.
· Mendefinisikan prosedur yang ada dalam
sistem.
· Membuat dokumen flow, sistem flow.
· Membuat dokumen SRS yang
mendefinisikan spesifikasi kebutuhan
perangkat lunak.
· Membuat rancangan sistem dengan HIPO
dan DFD
· Membuat dokumen SAD yang
mendefinisikan arsitektur system
· Merancang dan membuat basis data dan
ERD (Entity relation Diagram)
Desktop Engineer
Loris Karius
Membuat aplikasi yang berbasis desktop
Mobile Engineer
Simon Mignolet
Membuat aplikasi berbasis mobile yang telah
direncanakan
Design Interface
Juergen Klopp
Danny Ward
Merancang dan membuat UI/UX
Trainner
Nico Buvac
Melakukan Pelatihan dasar ke pengguna
pengguna aplikasi
(End User)
Dokumentator
Mo Salah
Membuat laporan pendahuluan pembuatan
aplikasi, laporan akhir, buku manual
penggunaan, dan laporan source code.